Gangguan Identitas Gender

Gangguan Identitas Gender


Identitas Gender

Identitas Gender adalah bagaimana seseorang merasa bahwa ia seorang pria atau atau wanita. Identitas gender secara normal didasarkan pada anatomi gender. Pada keadaan normal identitas gender konsisten dengan anatomi gender. seseorang merasa dirinya pria apabila secara anatomi mempunyai penis, atau merasa dirinya seorang wanita apabila secara anatomi mempunyai vagina. Pada kasus gangguan identitas gender terjadi konflik antara anatomi gender seseorang dengan rasa identitas gendernya.

Penyebab Gangguan Identitas Gender

Penyebab gangguan identitas gender  ini bisa berawal sejak masa kanak kanak, pada masa itu anak yang mengalami gangguan identitas gender menemukan bahwa anatomi gender mereka merupakan sumber distres yang terus menerus dan intensif.

Diagnosa gangguan identitas gender atau transeksual diberikan pada anak anak atau orang dewasa yang mempersepsikan diri mereka secara psikologis sebagai bagian dari identitas gender yang berlawanan dan secara terus menerus menunjukkan ketidak nyamanan terhadap anatomi gender mereka. Jadi apabila secara anatomi identitas gender anda adalah pria, tetapi anda merasa tidak nyaman dengan kondisi gender anda. Apabila kondisi psikologis tidak nyaman ini terjadi secara terus menerus bisa dikatakan anda mengalami gangguan identitas gender

Ganti Kelamin Sebagai Solusi

Banyak orang dewasa trasnseksual yang melakukan operasi perubahan / ganti kelamin sebagai solusi terakhir untuk mengatasi masalah ketidak nyamanan psikologis dalam tubuh yang salah. Pada operasi ganti kelamin akan dibentuk alat genital eksternal yang semirip mungkin dengan alat genital gender yang diinginkan. Orang yang telah menjalani operasi ganti kelamin dapat melakukan aktivitas seksual sesuai dengan peran gender yang dikehendaki bahkan bisa mencapai orgasme.  Namun mereka tidak bisa hamil dan melahirkan anak, karena tidak memiliki organ reproduksi internal dari gender baru yang dibentuk. Pria yang mencoba melakukan perubahan gender melalui operasi kelamin, jumlahnya lebih banyak dibandingkan wanita. Pada umumnya transgender yang telah melakukan operasi ganti kelamin menjalani hidup lebih tenang dibandingkan kondisi sebelumnya,
Penderita gangguan identitas gender ini tidak jarang menjadi orang yang sangat berprestasi dibidangnya seperti perancang busana, make up artis dsb. Di luar negeri penderita gangguan identitas gender tidak dianggap sebagai sampah masyarakat tetapi diberdayakan dan didukung prestasinya. Saat ini tradisi dan budaya masyarakat Indonesia  masih belum bisa menerima kondisi transgender ini.

Identitas Gender dan Orientasi Seksual

Identitas gender berbeda dengan orientasi seksual. Gay dan lesbian memiliki minat erotis pada anggota gender mereka sendiri, tetapi identitas gender mereka tetap. Perasaan menjadi pria atau wanita konsisten dengan anatomi seks mereka. Mereka tidak memiliki hasrat untuk menjadi anggota gender yang berlawanan atau merasa jijik dengan alat kelamin mereka.
Tidak seperti orientasi seksual Gay atau Lesbian, gangguan identitas gender lebih jarang ditemukan. Orang dengan gangguan identitas gender akan tertarik secara seksual pada anggota dari anatomi gender mereka sendiri dan tidak menganggap diri mereka sebagai gay atau lesbian. Menurut mereka, gender yang mereka miliki merupakan kesalahan tempat. Dari sudut pandang mereka, mereka terperangkap pada tubuh dengan gender yang berbeda. Penderita merasa dirinya wanita yang terperangkap dalam tubuh pria dan sebaliknya. Penderita bisa jatuh cinta dengan pasangan yang secara anatomi gendernya sama, karena penderita tidak menganggap dirinya sama dengan pasangannya.