Iridology – Mata Jendela Kesehatan Anda

Iridology – Mata Jendela Kesehatan Anda


Mata adalah jendela jiwa, pepatah ini ternyata ada benarnya. Dari kondisi iris mata bisa diketahui kondisi kesehatan fisik dan mental seseorang. Iridology adalah satu cara mendeteksi (mendiagnosa) berbagai kelemahan dan ketidaknormalan fungsi organ-organ tubuh melalui  iris mata si pasien.

IRIDOLOGY ditemukan secara kebetulan pada awal tahun 1820 oleh seorang anak laki-laki  bernama Ignaz  Von  Peczelly didekat Budapest, Hongaria. Ignaz yang pada waktu itu berumur 11 tahun, berjuang melawan seekor burung hantu yang mengerikan dengan cengkeraman kuku-kukunya yang tajam. Tanpa disengaja, kaki burung hantu patah dalam perlawanan dengan Ignaz. Suatu saat, kedua makhluk itu bertatapan mata, dan Ignaz  melihat satu goresan hitam pada IRIS (selaput pelangi mata) burung hantu. Kemudian Ignaz membalut kaki burung hantu dan memeliharanya sampai sembuh dan jinak.  Walaupun kemudian Ignaz sudah melepas burung itu, namun si burung hantu tetap saja  tinggal di kebunnya sampai belasan tahun kemudian.  Ignaz mengamati goresan hitam pada IRIS burung hantu tadi berobah jadi goresan putih, dia berpikir mungkin itu tanda luka yang sudah sembuh.

Dari sinilah dia mulai berpikir lebih lanjut bahwa mungkin ada hubungan  antara mata dan kaki burung hantu itu. Kemudian Ignaz tumbuh menjadi remaja dan masuk fakultas kedokteran. Setelah lulus  dan bekerja dirumah sakit sebagai seorang dokter, dia tetap mengingat keadaan mata (iris) si burung hantu itu dan berpikir kemungkinannya terjadi hal yang sama pada diri manusia. Artinya mungkin ada hubungan mata dengan bagian tubuh lainnya. Setelah praktek  di rumah sakit, dia memperoleh banyak  kesempatan untuk mengamati mata para pasien, dari satu orang ke orang lain. Dari pengamatannya selama bertahun-tahun diperoleh suatu keyakinan bahwa setiap penyakit yang serupa/  sama dari orang ke orang, selalu memberikan tanda pada daerah tertentu yang sama pula pada mata (iris) orang-orang bersangkutan.

Begitulah seterusnya, penyelidikan dan pembuktian kebenarannya berkembang maju dari satu orang ke orang lain, dari seorang ahli bekas muridnya ke ahli yang lain dan seterusnya. Kemudian muncul seorang Amerika, Dr Bernard Jensen yang pada waktu itu masih muda, tertarik dan masuk kedalam lingkungan ini.

Melalui penelitian-penelitiannya tentang iridology ini secara sendiri atau dengan kelompoknya selama lebih dari 50-tahun sejak + tahun 1930, berhasil menyederhanakan penemuannya dengan membuat suatu diagram atau peta iridology (sebagai hasil pemeriksaan iris dari + 350.000 orang), yang dapat digunakan dengan mudah dalam membuat analisa/ pembacaan kondisi yang terjadi pada tubuh seseorang melalui iris matanya dengan hasil yang sangat tepat.

Mata terhubung dengan bagian-bagian tubuh yang lain oleh bermilyar-milyar saraf dan aliran energy. Apabila satu bagian / satu fungsi tubuh tidak sehat atau sakit, maka hubungan antara bagian tubuh yang sakit itu dengan mata terganggu, yang mengakibatkan timbulnya suatu parut atau tanda dibagian tertentu pada iris mata.

Kalau ada beberapa organ atau fungsi tubuh terganggu ( tidak normal ) maka akan timbul pula beberapa tanda atau parut pada mata pada bagian-bagian yang lain pula. Tanda tanda itulah yang kami baca sehingga dengan demikian akan dapat disimpulkan bahwa sipasien mengalami gangguan organ atau fungsi tubuh yang mungkin mengakibatkan penyakit tertentu.

Dengan metode Iridology ini kita bisa mengetahui banyak sekali tentang kondisi dan fungsi organ-organ dan system tubuh. Kita bisa mengetahui kondisi usus besar,  jantung, liver, asam lambung, empedu, limpa, pankreas, paru-paru, usus buntu, ambein, emosi, ambisi, stress dan kejiwaan, sirkulasi darah, kolesterol

Baca Juga: Gangguan Disfungsi Seksual