Mengenal Kondisi Trance Hypnosis

Mengenal Kondisi Trance Hypnosis


Definisi Hipnoterapi

Hipnosis berasal dari kata hypno yang artinya tidur, Hipnoterapi atau hypnotherapy adalah terapi dalam kondisi hipnosis. kondisi hipnosis yang sebenarnya bukanlah tidur tetapi lebih tepat dikatakan sebagai kondisi trance hypnosis.

Kondisi gelombang otak manusia apabila diukur dengan alat  Elektro Ensefalo Grafi / EEG mengeluarkan frekuensi secara berbeda beda sesuai kondisi fisik dan mentalnya. Frekwensi gelombang otak manusia berbeda dalam fase sadar, relaks, tidur santai, tidur lelap, trance, stress, dsb.  Neuron di dalam otak mengeluarkan gelombang dengan voltase yang sangat kecil (mV), yang kemudian diukur dan direkam oleh mesin EEG sebagai gelombang Beta, Alpha, Theta, Delta.

Gelombang otak Beta akan dihasilkan oleh otak saat manusia beraktivitas sehari hari seperti bekerja dan berpikir. Saat rileks yang dihasilkan adalah gelombang Alpha dan rileks yang dalam akan menghasilkan gelombang Theta. Gelombang Delta adalah gelombang otak yang terjadi saat tidur sangat lelap atau kondisi koma. Saat terjadi gelombang Delta, ybs tidak bisa mengakses informasi dari luar. Kondisi tidur tidak memungkinkan seseorang untuk berkomunikaasi.

Kondisi Trance Hypnosis

Kondisi Trance hypnosis  terjadi pada gelombang otak Alpha atau Theta, dimana pada kondisi trance hypnosis ini klien masih dapat mendengar dan bisa berkomunikasi dengan terapi. Anggapan bahwa saat seseorang di hipnoterapi bisa lupa segalanya adalah hal yang salah, hipnoterapi membutuhkan komunikasi dua arah dari klien dan terapis. Saat kondisi Trance seseorang masih bisa berkomunikasi, dan berinteraksi meskipun terbatas. Ingatan atau memori justru semakin tajam saat kondisi trance.

Syarat mencapai kondisi trance hypnosis ideal adalah kepercayaan klien terhadap terapis, pada dasarnya setiap orang bisa mencapai kondisi trance asal ada kemauan dan kepercayaan. Ada beberapa faktor yang menjadi kendala tidak tercapainya kondisi ini yaitu; ketidak percayaan klien terhadap terapis, faktor usia, kelainan mental, kesulitan konsentrasi, kondisi stress yang parah, sakit jiwa stadium lanjut seperti schizofrenia. Trance yang dalam sebenarnya bukanlah menjadi syarat mutlak keberhasilan sesi terapi, ada banyak hal yang membuat suatu sesi terapi bisa berhasil.

Baca Juga: Gangguan Kecemasan Berlebihan

Referensi : https://en.wikipedia.org/wiki/Hypnosis