Luka Batin Pada Anak

Luka Batin Pada Anak


Karena luka batin tidak menunjukkan gejala yang jelas seperti luka fisik, banyak orang sengaja mengabaikannya. Luka batin pada anak yang dibiarkan terlalu lama akan mengakibatkan berbagai masalah sosial yang berakibat pada buruknya kualitas hidup seseorang.

Pada masa remaja terjadi perubahan tubuh fisik dari anak anak menjadi dewasa, tetapi secara mental mereka masih belum bisa bertindak sebagai orang dewasa. Masa remaja adalah masa yang sangat rentan terhadap timbulnya luka batin yang mungkin disebabkan oleh trauma masa kecil ataupun trauma baru seperti putus pacar, pelecehan seksual, tekanan dari orang tua, kekerasan dalam rumah tangga dsb.

Remaja yang mengalami luka batin dan karena tidak mengerti akan keadaan dirinya akan mencari sesuatu untuk menyembuhkan luka batinnya seperti menjadi pencandu narkoba, minuman keras, pergaulan sex bebas, terlibat aksi kekerasan dan kriminal.
Peristiwa bunuh diri pada remaja yang disebabkan hanya karena kejadian sepele menunjukkan adanya gejala luka batin yang parah.

Batin bawah sadar berisikan cetak biru (imprint) kehidupan seseorang, imprint terbentuk dari masukan informasi yang diperoleh dari lingkungan sosial sekitar. Orang tua dan keluarga adalah pembentuk imprint seseorang pada waktu pertama kalinya. Luka batin pada anak yang terjadi pada masa kecil kebanyakan tidak disadari sampai masa dewasa. Orang dewasa yang batinnya terluka akan menjadi orang tua yang tidak bijaksana, penuh kekerasan dan kemudian akan melukai batin anaknya.

Gejala Luka Batin Pada Anak :

  • Sulit konsentrasi, hiperaktif
  • Kesulitan belajar
  • Pemarah
  • Susah makan
  • Penakut
  • Minder / kurang percaya diri
  • Pendiam, menarik diri dari pergaulan
  • Selalu berbicara kasar
  • Pemurung
  • Sering melamun

Perhatikan tumbuh kembang anak anda, dan segera atasi apabila ada tanda gejala luka batin.

Baca Juga: Penyembuhan Luka Batin