Penyimpangan Perilaku Seksual Froterisme

Penyimpangan Perilaku Seksual Froterisme


Froterisme Berasal dari kata Perancis “Frottage” teknik artistik dari membuat gambar dengan cara menggosok pada objek yang timbul. Ciri utama dari Penyimpangan Perilaku Seksual Froterisme adalah adanya dorongan seksual yang kuat secara permanen dan fantasi terkait yang melibatkan menggosok atau menyentuh tubuh orang tanpa ijin. Tindakan menyentuh atau menggosokkan alat kelamin (pria) pada orang lain yang berlainan jenis kelamin, biasanya terjadi pada tempat keramaian seperti bus, kereta api, MRT, atau lift.

Bukan aspek kekerasannya yang membangkitkan hasrat seksual penderita, penderita memperoleh kepuasan dengan cara menggesekkan alat kelaminnya pada bagian tubuh korban. Mungkin penderita froterisme membayangkan menikmati suatu hubungan seksual  yang eksklusif dan penuh kasih sayang dengan korban dengan cara seperti itu. Karena kondisi yang berdesakan dalam keramaian, biasanya korban tidak menyadari hal yang sedang terjadi.

Karena kontak fisik yang terjadi hanya secara sebentar dan dilakukan secara sembunyi sembunyi dalam kerumunan orang banyak, pelaku Froterisme jarang tertangkap oleh pihak berwajib. Bahkan karena umumnya terjadi dikeramaian, korban tidak menyadari apa yang sedang terjadi dan tidak menyatakan protes. Pada umumnya penderita mempunyai ciri  tidak percaya diri dan tidak melakukan kekerasan atau pemaksaan terhadap korban.

Apabila anda kebetulan melihat penderita gangguan froterisme sedang melakukan aksinya, hal pertama yang perlu anda lakukan berusaha memberi tau korban untuk segera menjauh dari pelaku. Bila perlu anda bisa langsung menegur pelaku pada saat itu. Dan bila anda sedang sial menjadi korban, segeralah menghindar dan langsung menolak dengan keras. Meskipun ada umumnya mereka tidak melakukan pemaksaan akan tetapi kelakuan menyimpang  ini tidak bisa ditoleransi.

Baca Juga: Gangguan Identitas Gender